Today : Sun, 23 Sep 2018

Bupati Bolsel Lantik Sangadi Mataindo : Ini Pesan Haji Herson Mayulu  Post By @admin   13/09/2018 - Satu minggu lalu

BOLSEL - Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Mataindo, Kamis (13/9/18), Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Haji Herson Mayulu (H2M), didampingi Wakil Bupati Iskandar Kamaru, melantik dan mengambil sumpah jabatan Sangadi (Kepala Desa) Mataindo Ridwan.

Pada kesempatan tersebut bupati yang menggunakan batik Pinahangi, berdiri didepan Sangadi mengambil sumpahnya kemudian memasangkan pangkat dan lencana berlambang garuda kepada sangadi terpilih yang saat ini menjabat sebagai pimpinan desa untuk kedua periodenya.

“Atas nama pemerintah Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) saya ucapkan selamat dan sukses kepada saudara Ridwan yang telah dilantik sebagai Sangadi Mataindo,” ucap Bupati.

Bupati mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pejabat sangadi sebelumnya Sahrin Mohama, yang telah menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan serta sukses melaksanakan tahapan pemilihan sangadi dengan baik.

“Kemudian diucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa mataindo yang telah menyelenggarakan pesta demokrasi desa dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, bupati menyampaikan sebelas poin penting yang harus diingat dan dilaksankan oleh sangadi serta menjadi perhatian semua setelah resmi menjabat sebagai pimpinan desa yang baru.

Yang pertama, sangadi adalah ujung tombak dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang lebih sehingga mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat.

“karena itu pula, peran sangadi berada pada posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan otonomi daerah,” pesan bupati.

Kedua, tugas yang cukup berat diemban oleh sangadi mestinya dibantu oleh segenap komponen masyarakat bersama-sama menyelenggarakan otonomi desa tersebut dalam usaha mencapai kesejahteraan masyarakat.

Ketiga, untuk itu setelah dilantiknya sangadi terpilih pada hari ini diajak masyarakat untuk mendukung dan membantu sangadi terpilih dalam melaksanakan tugasnya.

“Lupakan perbedaan yang muncul selama proses pemilihan sangadi kemarin, dinamika demokrasi yang terjadi merupakan hal yang wajar, namun persatuan dan kesatuan kita adalah diatas segala-galannya,” pesannya lagi.

Keempat, kepada sangadi terpilih diminta untuk merangkul semua pihak dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya tanpa pandang bulu.

“Tidak ada lagi pendukung dan bukan pendukung, semua warga sudah menjadi tanggung jawab saudara,” jelasnya.

Kelima, sebagai seorang pemimpin hendaknya dapat menerima kritik dan saran dari masyarakat serta melaksankan tugas yang telah diamanahkan dengan segenap kemampuan yang ada.

Keenam, sebagai seorang sangadi harus mampu menggerakan masyarakat desa untuk menjadi aktor pembangunan yang berbudi luhur, bertanggung jawab, peka terhadap perubahan dan dinamika yang ada di desa.

Ketujuh, sebagai sangadi mempunyai kewenangan untuk mengatur kehidupan masyarakat yang dituangkan dalam peraturan desa.

“Bangun BUMDES yang inovatif demi meningkatnnya pendapatan asli daerah,” jelas Om oku, sapaan akrabnya.

Kedelapan, dalam melaksanakan program pembangunan yang berasal dari pemerintah desa seperti PNPM, Raskin, ADD, Bantuan keuangan, bantuan rumah kumuh dan lain-lain sebagainya. Diperlukan adannya perencannaan yang matang dengan melibatkan semua unsur masyarakat seperti BPD, LPM, RW, RT, dan komponen masyarakat lainnya.

“Keterlibatan masyarakat ini sangat diperlukan untuk memperoleh dukungan dalam pelaksanaannya sehinggga beban sangadi sebagai penanggung jawab pembangunan di desa menjadi lebih ringan,” jelasnya.

Kesembilan, dalam setiap pelaksanaan tugas dan program pembangunan, harus berorientasi pada hukum dan aturan yang telah ditentukan.

“Laksanakan semua program dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.

Kesepuluh, dalam penegelolaan pembangunan di desa harus berorientasi pada hasil yang maksimal sesuai dengan rencana dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Maka saudara tidak akan berfikir untuk mencari keuntungan dalam setiap pelaksanaan program pembangunan,” jelasnya.

Kesebelas, atau yang terakhir sebagai pemimpin masyarakat, dalam melaksanakan tugas dan program pembangunan harus berorientasi pada pengabdian.

“Hal ini perlu ditekakan karena selama ini masih ada sangadi yang tidak mengerti bahwa dirinya dipilih oleh masyarakat sehingga kepentingan banyak masyarakat tidak terlayani dengan baik dan maksimal,” tandas Bupati.

Selain yang disebutkan, acara ini dihadiri oleh para asisten, sekda, sataf ahli, staf khusus, pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas dan pelaksana. Kemudian Camat Pinolosian Tengah, pejabat TNI/Polri, Sangadi se Pinolosian Tengah, ketua dan anggota BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh perempuan, Tokoh Pemuda, dan masyarakat. (Jas/adv)

sumber berita : tomini.news